5 Prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Dalam rangka mendapatkan informasi atau kejelasan yang lebih baik tentang penelitian tindakan, peneliti perlu untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dalam Penelitian Tindakan kelas. 5 prinsip Penelitian Tindakan kelas adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan Nyata dalam Situasi Rutin

Penelitian tindakan dilakukan oleh peneliti tanpa mengubah situasi rutin, karena jika penelitian dilakukan dalam situasi lain tidak ada jaminan bahwa hasilnya akan berada pada situasi awal, yaitu adalah, penyelidikan tidak terletak pada situasi awal. Oleh karena itu, penelitian tindakan tidak perlu memiliki jadwal khusus atau mengubah jadwal yang sudah ada. Untuk itu PTK harus dilakukan oleh seorang guru.

2. Percaya Diri untuk Meningkatkan Kinerja

Penelitian tindakan didasarkan pada filosofi bahwa setiap orang tidak menyukai hal-hal yang statis, tetapi selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik. Penelitian tindakan tidak berkaitan dengan penyajian topik itu sendiri, tetapi dengan penyajian topik yang relevan, yaitu strategi, pendekatan, metode atau cara mencapai hasil melalui esai atau eksperimen.

Berbeda dengan eksperimen biasa karena eksperimen biasa menggunakan kelompok kontrol sedangkan metode penelitian diuji berulang-ulang sampai diperoleh informasi yang solid tentang bagaimana metode tersebut diterapkan.

3. SWOT sebagai Dasar

Penyelidikan tindakan harus dimulai dengan analisis SWOT, yang terdiri dari unsur Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (kesempatan), Threat (ancaman). Keempat hal tersebut dilihat dari sudut pandang guru yang menjalakankannya dan siswa yang menjadi sasaran tindakan. Atas dasar ini, penelitian tindakan dapat dilakukan jika kondisi guru dan siswa bertepatan.

Kekuatan dan kelemahan penyidik ​​dan subjek tindakan perlu dicermati terlebih dahulu sebelum mengidentifikasi orang lain. Dua elemen lainnya, yaitu peluang dan ancaman, diidentifikasi baik dari luar guru atau peneliti maupun dari luar siswa atau subjek yang relevan dengan tindakan. Saat memilih tindakan, peneliti juga harus memikirkan risiko di luar topik. Hal ini sesuai dengan dengan prinsip pertama bahwa penelitian tindakan tidak boleh mengubah situasi semula, yang biasanya tidak mengundang risiko.

4. Upaya Empiris dan Sistemik

Prinsip keempat ini merupakan penerapan dari prinsip ketiga. Tentu saja, ketika guru melakukan penelitian tindakan sesuai SWOT, berarti ia telah mengikuti prinsip-prinsip empiris (eksperiensial) dan sistemik berdasarkan unsur-unsur yang terkait dengan seluruh sistem dalam kaitannya dengan objek di mana ia bekerja. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang pelaksanaannya didukung oleh unsur-unsur terpadu.

5. Mengikuti prinsip SMART saat Perencanaan

SMART dalam bahasa Inggris yang berarti pintar. Namun, dalam proses perencanaan kegiatan, itu adalah singkatan lima huruf yang signifikan. Arti setiap huruf adalah sebagai berikut:

  • S – Spesific, Khusus, tidak terlalu umum;
  • M –Managable, dapat dikelola, dilaksanakan;
  • A –Acceptable, dapat diterima lingkungan; atau Achievable, daapat dicapai, dijangkau;
  • R –Realistic, operasional, tidak diluar jangkauan; dan
  • T –Time-bound, diikat oleh waktu, terencana.

Saat guru menyiapkan rencana tindakan, ingatlah hal-hal yang disebutkan SMART. Tindakan yang dipilih peneliti harus:

  • Spesifik, tidak terlalu luas, misalnya penelitian untuk kelas bahasa (Bahasa Indonesia, Inggris atau lainnya), tetapi hanya satu aspek, seperti berbicara, membaca, menulis atau mendengarkan. Oleh karena itu, langkah dan hasilnya jelas karena spesifik.
  • Mudah dikerjakan, tidak sulit dan tidak rumit, seperti kesulitan mencari tempat, mengumpulkan hasil, mengoreksi, dan kesulitan lainnya.
  • Dapat diterima untuk subjek yang dikenai tindakan dan tidak mengeluh karena guru memberikan tindakan dan lingkungan tidak terganggu olehnya.
  • Tidak menyimpang dari kenyataan dan itu jelas menguntungkan baginya dan bagi subjek untuk bertindak
  • Tindakan memiliki interval waktu tertentu, yaitu saat Anda dapat melihat hasilnya. Misalnya, satu bulan, satu semester, atau satu tahun.

You might also enjoy

0
    0
    Your Cart
    Your cart is emptyReturn to Shop
    Scroll to Top